Rabu, 10 November 2021

Perjalanan

Selalu ada yang spesial dari perjalanan. Entah perjalanan pulang atau perjalanan pergi. Entah seberapa sering kamu melewati jalan yang sama atau berbeda. Dengan sarana yang sama atau berbeda.

Rasanya ketika kamu naik bis, travel, kereta, pesawat atau jenis transportasi lainnya, kamu berhenti dari dunia sibukmu untuk sejenak. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, kamu memperhatikan sekitarmu. 

Kamu habiskan waktu untuk memandang pohon-pohon, rumah-rumah, gunung-gunung, sawah-sawah, awan, tepi pantai, sinar matahari, lampu malam hari, atau bahkan refleksi wajahmu sendiri di kaca mobil/kereta. Dan itu semua membuat hatimu menjadi melow, in a good way. Rasa kagum, terpesona, syukur, lega, harap, dan rindu akan sesuatu yang tidak bisa kamu jelaskan-mungkin inilah rasa rindu terhadap Tuhanmu-bercampur menjadi satu. Terkadang pemandangan-pemandangan itu membuat kamu flashback akan kenangan-kenangan dan pengalaman yang sudah kamu lewati, just how far you have come. Untukku, flashback selalu memicu rasa tersendiri di hati yang sulit untuk aku jelaskan.

Kamu diam-diam mendengarkan percakapan penumpang lain dan mengambil pelajaran dari percakapan yang kamu anggap cukup seru itu. Atau untuk kasus umiku, perjalanan adalah saatnya mencari kenalan baru, teman obrolan baru. 

Kamu letakkan hpmu untuk sementara. Kamu sibuk menonton orang-orang. Tanpa aku sadari, aku suka memperhatikan orang-orang. Bagaimana 2 orang sahabat lelaki yang berjabat tangan ketika berpisah di stasiun, seorang anak dipeluk erat dengan orangtuanya sebelum berangkat. Hemm mungkin akan pergi dalam waktu yang lama, pikirku. Atau ada juga 1 orang yang diantar hingga belasan anggota keluarga. Kemudain, mbak-mbak/mas-mas telat berlari karena pesawat/kereta sudah akan berangkat. Dalam setiap perjalananku, setiap observasiku terhadap manusia- selalu ada yang telat. Dan kadang sebagian dari mereka tetap bisa santai walaupun telat, masih sempat pelukan dan ngobrol lama. 

Ada juga 2 sahabat wanita muslimah muda yang berpakaian asik banget menurutku dan betapa mandiri dan adventurousnya mereka. Ketika aku kecil dan melihat seperti mbak-mbak itu, aku berharap jika aku besar nanti bisa jadi seperti mereka. Hahaha.

Kemudian suami istri yang walaupun sudah tua masih tetap so sweet. Suami yang segera mengambil barang-barang bawaan istrinya, biar dia saja yang berberat-berat ria, jangan istrinya. Lalu ada orang-orang yang pakaiannya seksi, muslimah-muslimah yang tetap bisa keren, anak-anak yang gendut, orang-orang yang (tampaknya) kaya, orang-orang yang baru pertama kali melakukan perjalanan, bule-bule, bahkan artis.

Aku berpangku tangan menyaksikan manusia-manusia. Menerka-nerka, membaca gesture, bahkan menjudge  mereka dalam pikiranku sendiri. Ameuncul juga pertanyaan-pertanyaan tidak begitu penting seperti kenapa laki-laki harus memakai ikat pinggang dan membuat repot diri mereka sendiri atau kenapa laptop harus dikeluarkan- saat pemeriksaan barang di bandara.  

Aku belajar...

Wow betapa beragam manusia. 

Betapa menenangkan alam.

Betapa menggugah sebuah perjalanan.

Rabu, 14 Juli 2021

Pria Culun jadi Spy : Chuck Review

Yak saatnya bahas film series. Blog ini harusnya lebih banyak bahas film-film (atau series) tapi isinya malah melow-melow πŸ˜…

Semuanya berawal dari aku nonton film The Tomorrow War. Bukan film wow, malah sebenarnya lebih ke mustahil dalam pandanganku. Tapi not that bad juga sih. Seperti aku yg biasanya, aku pasti jatuh hati sama pemeran kedua/ketiga pokoknya bukan si pemeran utama (kecuali kalo pemeran utamanya memang cewek). Nah di film The Tomorrow War
, aku jatuh hati sama Yvonne Strahovski. Kalo sudah jatuh hati alamat deh terus nyari filmnya dia yg lain. Tapi sayangnya, dia kebanyakan main di series. Dan yg paling terkenal Chuck dan Handmaid's Tale. Aku sedikit tau tentang Handmaid's Tale, tapi series ini terlalu dark, tidak cocok untuk hidupku yang juga dark.

Yvonne di the Tomorrow War

Aku cek sinopsis Chuck. Hemmmmm spy komedi. Menarik. Karena aku sudah bosan dan sebagai anak kos yang tidak ada hiburan, diriku yg jarang nonton series pun memutuskan: Baiklah Chuck, aku akan mencoba menontonmu.



Dan... aku gak menyesal! 5 season aku habisin! Bayangkan aja, nonton drakor atau series yg cuma 8-20 episode aja aku biasanya gak tahan, ini sekitar 90 episode habis dalam beberapa hari!

Yang aku tidak sangka adalah sisi kekeluargaannya. Momen heartwarmingnya banyaaakk. Taulah, I'm a sucker for heartwarming movies. 

-Komedinya bikin ngakak gak berhenti-henti

-Romancenya bikin gregetan but so so sweet at the same time!! Cinta yg problematik. Tapi aku suka cerita cinta yg problematik (hanya berlaku di film ya). Cerita cintanya sih yang bikin aku tetap lanjut nonton season-season selanjutnya.

-Musik! Musik-musiknya pas banget sesuai momennya dan bagus-bagus. Yang paling menarik perhatianku adalah Temper Trap-Down River. Dan selama beberapa hari ini, setiap pagi diatas motor menuju Puskesmas, aku mendengarkan lagu ini 😊

Baiklah ini deskripsiku per season:

Season 1

Si Chuck adalah nerd ahli komputer yg kerja di Toko Kelontong "Buy More". Hidupnya B aja, drop out dari stamford, tidak begitu bahagia. Tapi semuanya berubah setelah dia dapat email misterius tentang rahasia dunia (politik, kejahatan dan sejenisnya) disebut "Intersect" yang somehow terdownload dalam otaknya (yak bagian ini agak mustahil sih). Jadi sejak saat itu dia bisa "Flash" tiap melihat suatu clue, dia langsung tau siapa/apa/bagaimana/kapan. Karena begitu pentignya Intersect ini akhirnya pemerintah mengirim 1 agen CIA, Sarah Walker dan 1 agen NSA, John Casey untuk jadi handler si Chuck yg dilabeli "asset". Dan semua bermula dari situ.

Di season 1 ini yah ceritanya lumayan. Penjahatnya belum yg wow. Masih ringan-ringan aja ceritanya. Chuck, Sarah, Casey masih berusaha saling kenal. Chuck sama Sarah hubungannya masih maju mundur. Casey orangnya sangat taat perintah dari atasan, sadis, tidak berperasaan, kebalikan Chuck bangetlah. Sarah, handler yang lebih fleksible, baik banget ke Chuck, kayak mengayomi banget, selalu menenangkan Chuck. Sarah ke Casey juga masih bertentangan dan belum bisa dibilang berteman.

Disini juga kita tau tentang Ellie, kakaknya Chuck yang sayang banget sama Chuck dan Chuck sayang dan respek banget ke dia. Terus ada pacarnya Ellie sejak kuliah, Devon (emang ganteng banget sih haha). Terus ada sahabat Chuck dari kecil, Morgan, banyak ngomong dan konyol, sama patheticnya dengan Chuck. Dan ada pegawai-pegawai Buy More: Lester, Jeffrey, Big Mike dll yang akan terus muncul sampai akhir season.

Trio Sarah, Chuck, Casey


Season 2

Season ini lebih bagus dari sebelumnya. Organisasi besar yang harus mereka lawan adalah Fulcrum, sejenis kumpulan agen CIA jahat yg mau membelot dan mau menjatuhkan CIA dari dalam. Season ini lebih tegang, penjahatnya lebih gak gampang kalah kayak biasanya, hubungan Sarah-Chuck makin complicated dan makin bikin gregetan tapi seru (yah maklumlah sinetron), Trio Chuck-Sarah-Casey semakin kuat hubungannya.

Disini juga mulai banyak Flashback kehidupan lama Chuck, Sarah dan Casey. Menarik. 

Jujur saja, season 1 dan 2 aku gak terlalu peduli di bagian cerita pegawai-pegawai Buy More. Terlalu banyak ngomong dan menurut rasaku aku gak paham lucunya dimana. Uugh pasti aku skip 

Chuck dari awal emosional dan impulsif banget, bergerak sebelum berpikir. Sarah, as always selalu jadi penengah, tetap aja setuju sama kata Chuck, akhirnya Casey ikut deh.

Season 3

Menurutku ini season fav sih. Fav banget. Banyak banget momen heartwarmingnya. Hampir disetiap akhir episode,pasti diselipkan momen heartwarming dengan musik-musik pasnya. Sarah-Chuk hubungannya jadi lebih jelas disini, finally! Chuck jadi lebih likeable, dan disini versi Chuck paling ganteng menurutku. Aku gak ngerti juga kenapa dia bisa terlihat jauh lebih ganteng. Perkiraanku sih karena rambutnya sudah pendek (Tuh cowok rambut pendek rapi itu emang terbaik!) tapi di season 4 dan 5 rambutnya lebih pendek dan rapi lagi tapi kok aku gak begitu suka ya? Kependekan motongnya?Entahlah, Chuck season 3 ini mengingatkan pada Fedi Nuril 😁. Disini dia gak terlalu impulsif, terus kayak keliatan memang cowok baik-baik dengan keluarga dan temam baik-baik (ya walaupun dari awal sudah keliatan sih). 

Selain itu disini Sarah lebih menonjol kalau dia memang Spy bepengalaman yang gak hanya jago bertarung tapi juga pintar! Season 1-2 itu selalu menunjukkan kalo Chuck the brain, Sarah & Casey the brawls dan aku kurang suka. I mean come on! Sarah dan Casey itu punya banyak pengalaman kelesss. Rasanya season 1-2 mereka terlalu bergantung sama Chuck.

Disini mulai tingkat kocaknya meningkat drastis! Jeffrey-Lester a.k.a Jeffster biasanya sumber ketawa ngakakku. Mereka juga jadi jauh lebih likeable lagi. Aku juga jadi perhatian sama cerita pegawai-pegawai di Buy More. 

Chuck sudah bukan "asset" lagi tapi berubah jadi Spy yang masih harus banyak belajar. Sarah dan Casey sudah bukan Handlers lagi, tapi partnernya Chuck dan mereka Team! Yeay.

Kelemahan season ini adalah Chuck jadi memiliki Intersect 2.0 di otaknya yang bikin dia bisa berkelahi/bertarung jenis apapun. Jadi tiap dia "Flash", suddenly dia bisa Kung Fu, karate, ninja atau bahkan jago ngedance! What! Bagiku itu penghinaan bagi agent kayak Sarah/Casey yang sudah berlatih bertahun-tahun! Kekuatan instan huh?

Menurutku, cerita ini cukup sampe season 3 sudah pas. Episode terakhir itu udah pas banget udah sebelum dimunculkan misteri menggantung yang sebenarnya gak perlu

Di season ini lawan utama mereka adalah : The Ring. Ada hubungannya dengan Fulcrum di season 2 tapi karena otakku gak nyampe jadi yaudah aku gak begitu paham pokoknya mereka organisasi jahat πŸ˜…

Season 4

Okelah. Lebih bagus dari season 2 tapi masih kalah sama season 3. Melihat kehidupan susah-senangnya Spy yg menjalin cinta padahal sudah digadang-gadang dari awal "Spy don't fall in love". So sweet sih juga sih HAHA.   

Semakin jatuh cinta sama karakter-karakternya dan kekeluargaannya. Mereka semakin dekat, anggota keluarga semakin banyak. Tiap ada acara atau kumpul makan gitu ahh. Casey yang awalnya nimbrung acara keluarga Chuck karena mengawasi Chuck, jadi benar-benar anggota geng yang selalu diundang. Ah Casey, walaupun sangar dan besar, sebenarnya dia big softie πŸ˜†

Oiya disini juga kita lihat perkembangan Sarah yang selalu badass jadi lucu, quirky, witty, dan kayak clueless tantang hal-hal berbau cewek atau "sesuatu" (spoiler soalnya). Kadang dia impulsif juga ketularan Chuck. Sedikit out of character, tapi seru sih ku be like "oh jadi begitu yaa betapa cinta merubah seseorang" 

Penjahatnya: Volkoff. Lagi-lagi otakku gak nyampe, intinya Volkoff berhubungan dengan Fulcrum dan The Ring dan mereka jahat.

Season ini komedinya semakin menjadi-jadi cuy. Aku seketika jadi penggemar Jeffster. Terus di season ini juga lebih tegang dan aku suka teriak-teriak "cepat tembak!" dan "Iih bego sih !"  Btw, kenapa ya penjahat sebelum nembak pistol pasti ke musuhnya masih aja ngobrol-ngobrol dulu gak langsung tembak aja beeuh

Again, sebenarnya bisa berhenti sampai di ending season 4 aja. 

Season 5

Asli ini gak ada feelnya samsek. Baru mulai bagus itu  di episode 8! Dan 4 episode terakhir 10,11,12,13. Tiga episode akhir ini dark banget sih. Aku sudah banyak ke spoiler jadi mungkin gak terlalu shock. Tapi dramatis banget gitu lho. Aku bergumam "KasianπŸ˜₯" terus. Banyak orang marah sama endingnya. Tapi bagiku yang sudah berdamai dengan ending La La Land, ending kayak gini masih okelah. Agak miris tapi yaaahh begitulah kehidupan per-spy-an kawan. Poor Sarah😞

oiya disini Sarah rambutnya pendek.   Aku biasanya selalu prefer cewek rambut pendek, tapi dia bagusan rambutnya panjang donk 😲 

padahal glowing banget di season 5


Berikut beberapa hal favorit dari series ini:

Karakter Fav : Agent Sarah Walker! Kenapa sih semua orang nama Sarah selalu keren? Gak heran abangku kalo punya anak cewek mau dinamain Sarah. 


Sesungguhnya karakter Sarah ini terlalu perfect sih. Jadi tidak relatable 

Episode Fav : season 3 ep 12. Ah the feels! Mungkin karena diiringi lagunya Temper Trap yang aku sebut diatas. Petikan gitarnya pas sebelum Chuck ngomong yang sesungguhnya dan pas Casey bilang "I did" itu πŸ‘ terus Sarah bilang "Thank you" ke Casey,  Casey bilang "you have a nice life, Walker" 😭

Episode terlucu: season 4 ep 13, pas Jeffster konser di Rumah Sakit. Too funny! tapi sial aku harus tahan ketawa karena aku nontonnya pas di Puskesmas

Karakter jahat fav: Jill. Dari awal walaupun dia enemy tapi emang vibenya gak jahat. Kasian juga dia

Bintang tamu fav: Carina. Badass. Diam-diam dia sebenarnya shippernya Sarah-Chuck lho

Fight fav: Sarah vs cewek gak ingat namanya di Catwalk. Oiya Car Fight di Season 2 Episode 14 juga epic sayangnya dipotong-potong sama scene lain jadin

Favorit quotes:

- "Don't be a hero. Just come home safe to me, okay?"

-"You have a nice life, Walker" -Casey

-"The world revolves around the sun, Charles, not you" - Lester

-"Please don't lose that guy that I met 3 years ago. Don't give up on the things that make you great" - Sarah

-"Shut up. you're Chuck Bartowski, the second best spy I've ever worked with. Now you're gonna save the best one - Casey ( beuh, kayaknya semua pujian tak langsung Casey ke Sarah aku suka deh. Ku suka persahabatan subtle tapi dalem 2 orang ini)

-"You are The Picasso of creepiness" - Lester 

oiyaaa ini lagi

- " I'm not sure if I'm able to receive calls, cause I never got one from you" - Sarah. HAHAHA cheesy banget, tapi lucu. Ekspresiku persis kayak Morgan pas bagian itu.

Btw, bintang-bintang tamunya itu juga hampir likeable semua. Ganteng atau cantik. Terus bikin kamu simpati sama mereka. Keren sih

Walaupun gak sempurna, karena kadang banyak plotholenya, terlalu mustahil di beberapa hal, penjahatnya meh, tapi tidak mengalahkan rasa hangatnya hatimu tiap momen kekeluargaan/persahabatan/persaudaraan/bromance/loyalitas/percintaan di series iniπŸ’—


Tapi nonton series itu capek juga ya πŸ˜† 


Gosh, Aku gak berhenti- berhenti edit ini postingan gara-gara aku gak tahan rewatch series ini lagi dan lagi dan rasanya ada aja yang perlu di tambah di postingan ini. ckckck

Kamis, 29 April 2021

Surat Cinta untuk Migrain

Hey migrain, kamu datang lagi
Walaupun aku tidak pernah rindu akan kedatanganmu
Aku bertanya-tanya, apa lagi kesalahanku hari ini hingga membuatmu hadir menemuiku?
Apa aku tidur terlalu banyak? atau justru terlalu sedikit?
Apa karena cuaca hari ini terlalu panas? 
Apa karena ciput jilbabku terlalu sempit?
Apa karena masker KN95-ku terlalu kencang?
Atau karena aku tidak minum Good Day hari ini?
Atau mungkin memang ada hal yang membuatku stres tanpa aku sadari?
Sudah sering kamu datang, 
tapi aku masih saja tidak tau alasan pasti kedatanganmu


Hey Migrain, kamu datang lagi
Kamu datang sesuka hati
Selang beberapa hari, selang seminggu, selang sebulan. Tidak ada yang tau
Dan setelah bertahun-tahun aku mengenalmu, 
aku masih saja tidak bisa memprediksi kapan kamu akan datang


Hey Migrain, kamu datang lagi hari ini
Padahal sudah ku bilang aku tidak suka surprise darimu
Terlebih lagi, kamu terlalu sering datang akhir-akhir ini
Apa kamu rindu denganku?
Padahal sudah ku bilang aku tidak rindu padamu. Sama sekali

Tidakkah kamu tau ini bulan puasa Oh Migrain? 
Kedatanganmu semakin menyiksaku karena aku tidak bisa segera menegak Paramex tercintaku
Tak bisakah kamu toleransi sedikit?
Tolong jangan sering-sering datang


Hey Migrain, terkadang kamu layaknya kekasih
Ketika kekasihku datang, 
aku tinggalkan semua pekerjaan demi menghabiskan waktu bersama,
hanya fokus dengan dirinya
Tapi denganmu,
aku tingalkan semua pekerjaan karena sakit yang kamu timbulkan.
Semua fokus, waktu dan perhatianku tertuju padamu. 
Makanan enak pun jadi tidak enak karenamu. Padahal kamu tau kan aku hobi makan?
Ketika kekasihku datang, kadang timbul air mata haru
Ketika kamu datang, kadang timbul air mata ketersiksaan


Oh Migrain,
Sudah ku tuliskan surat tulus ini untukmu 
Jadi..
Bisakah kamu untuk tidak datang lagi di hidupku?


Yang tersiksa karenamu


Lia



Rabu, 14 April 2021

Far Away

 Sudah 6 tahunan lebih aku jadi anak yang sering gak dirumah karena : Merantau. Dan selama 6 tahun itu pula, setiap aku harus balik ke perantauan atau aku ditinggalkan sendiri karena Umi/keluarga harus balik, selalu ada rasa aneh yang gak nyaman di dada. Selalu. Dan tidak pernah berkurang seiring berjalannya waktu. Seperti ada sebongkah lubang di hati. Kosong. Kehampaan. 

Apalagi jika orang yang menjenguk itu memberi kesan luar biasa dan kemudian harus pergi. Pernah, Umiku balik ke Sumbawa dan saat aku balik ke kos ternyata kamarku sudah bersih, mejaku dirapiin, kamar mandi sudah kinclong, dan kancing bajuku yang copot-copot sudah dijahit. Bagaimana aku menghadapi hal seperti itu? saat itu aku cuma bisa nangis. Like a baby.

Aku juga bukan tipe orang yang kemudian bisa pergi keluar cari kesenangan atau kumpul-kumpul. Dan memang itu membuat suasana tambah parah.

Kalau yang harus balik aku, 2 hari sebelum balik aku sudah gelisah, apa-apa gak nyaman, seperti selalu ada yang aku fikir dan bikin jadi gak fokus. Momen-momen diantar ke travel, salaman tangan, ucapan hati-hati, lambaian tangan itu sangat tidak nyaman. Kemudian sendiri di atas travel, bersama orang-orang asing, menatap keluar jendela, melihat pohon-pohon, sawah-sawah itu juga pengalaman yang sangat menyayat hati. Belum lagi membayangkan perjuangan di tempat rantau, harus ber-struggle-ria, makanan seadanya, gak ada tempat cerita..

setiap balik ke kos hanya ada kamu sendiri. Kamu gak punya orang untuk diceritain hal-hal sederhana yang kamu lewati seperti kamu bertemu anak yang sangat imut atau jarimu terluka karena selebor saat buka ampul atau orang rese di jalan yang mau belok tapi gak nyalain lampu sen, dan atau atau lainnya. You just keep it to yourself..

atau karena seringnya kamu jauh dari rumah, kamu banyak melewati hal-hal sederhana ataupun penting yang normalnya kamu ada disana. Kamu gak tau kalau wifi rumah ganti, kamu gak tau kalo beberapa bagian di rumah di renov, kamu gak ada ketika anggota keluarga sakit, kamu dokter tapi orangtuamu berobat ke orang lain karena kamu gak ada disana, kamu gak ada saat proses lamaran abangmu. Kamu gak ada saat dibutuhkan.

Sampai kapan akan begini?

Sampai kapan aku akan terbiasa?

Rabu, 09 Desember 2020

Kenapa kita renggang?

Aku punya teori ini sejak aku masuk SMA, bahwa ada 3 hal yang membuat hubungan persahabatan (atau hubungan lainnya) berakhir. Tapi setalah sekarang berumur 24 tahun,  aku menemukan 1 hal lain alasan kenapa suatu hubungan berakhir..


1. Jarak

Beda daerah. Beda sekolahan. Beda tempat kuliah. Bahkan hanya beda kelas. Setiap masuk fase sekolah yang lebih tinggi, pertemanan yang sebelumnya pasti menjauh karena alasan-alasan tersebut. Aku bertanya kenapa bisa? kenapa hanya beda kelas aja bisa bikin gak dekat lagi. Kenapa persahabatan hanya sesempit itu. Apakah memang itu artinya persahbatannya dari awal memang gak kuat? Apa mungkin alasan bersahabat hanya karena beradai di situasi dan lokasi yang sama?   setelah gak bareng terus putus gitu? Sampai sekarang aku pun masih bertanya-tanya tapi memang begitulah yang terjadi


2. Orang ketiga

Kalo ada orang lain yang dirasa lebih keren, lebih asik, lebih enak diajak ngomong/hangout pasti pertemanan yang lama jadi renggang. Menurutku normal sih ketemu orang baru dan bersahabat dengan orang baru, tapi kalo sampe renggang atau bahkan putus dengan teman yang lama itu rasanya sakit ya. Memang manusia itu cocok-cocokkan kan ya. Kalo lebih dekat dengan  sahabat tertentu daripada sahabat yang lain itu wajar. Seharusnya tiap orang punya masing-masing tempat spesial di hati walaupun porsinya beda, bukannya terus malah lupa sama teman lama. 

Yah mungkin memang teman itu seleksi alam. Semakin ada orang lain yang dirasa lebih coock, semakin tersingkir orang yang sedikit sekali kecocokannya. Dulu aku pernah ngobrol masalah "teman adalah seleksi alam" ini dengan teman dekatku. Aku bilang "kalo teman itu seleksi alam aku pasti sudah tereliminasi dari pertemananmu." Daaan kenyatannya sekarang aku sudah jarang banget kontak sama dia. Sepertinya aku memang sudah tereliminasi. 

Mungkin teman adalah seleksi alam pada akhirnya memang benar. Dan dikondisi ini rasanya kita juga tidak bisa menyalahkan alam


3. Masalah

Kalo ada masalah cukup besar, disitulah suatu ikatan persahabatan diuji . Apakah sama-sama mau berjuang mempertahankan? atau justru salah 1 pihak mundur teratur malas terlibat masalah dalam hidup yang sudah banyak masalah ini (dan ini seriiiing banget kejadian)? Berarti itu artinya kamu tidak cukup pantas untuk diperjuangkan. Berarti dari awal kamu mungkin tidak sepenting itu dalam hidupnya.

Rasanya setelah diterpa masalah, disitu kamu bisa liat motif seseorang, kenapa sih dia mau bersahabat dengan kamu? Heei jangan salah, banyak orang bersahabat karena punya motif-motif tertentu jauh di dalam hati. 

Rasanya setelah diterpa masalah, kamu jadi tau kedudukan dan artimu dalam hubungan ini seperti apa. Mungkin dia sudah banyak punya sahabat seperti kamu, yang kalo dia kehilangan 1 juga bakal fine-fine aja. 

Persahabatan yang sudah lama dan erat banget, selesai begitu aja karena hanya 1 masalah. Segampang itu. Se-rapuh itu. Rasanya terlalu gampang sekali orang melupakan momen-momen dan kenangan bersama dan pergi begiut aja


Aku sudah mengalami banyak pengalaman kasus 1 dan beberapa pengalaman kasus 2 yang pada akhirnya aku paham bahwa memang kadang people come and go dan waktu akan menyembuhkan kita. Dan aku pernah mengalami 1 pengalaman kasus 3 dan itu paraaaah paraah banget. Hidup rasanya berubah seketika dan kamu kaget dan denial. You hate her but you still care for her. You want them back but You  actually dont want this person anymore.  Banyak sisi kehidupanmu terpengaruhi bahkan kepribadianmu. Dan waktu yang dibutuhkan lama, lama, lamaaa sekali untuk bisa sembuh. Bahkan jika dilihat kebelakang, masih ada rasa sakit disana. Putus dengan sahabat itu bisa sesakit itu. Bisa sampe nangis mewek. Bisa bikin trust issue. Bikin merasa gak worth it. Dan mungkin mempengaruhi hubungan-hubunganmu di masa depan


Tapi ada 1 lagi alasan kenapa suatu persahbatan itu bisa berakhir dan aku baru sadar bahwa memang kejadian seperti ini sering terjadi

4. Grow apart

Masih di tempat yang sama, gak ada orang ketiga, gak ada masalah apa pun tapi rasanya sudah gak bisa dipertahankan. Hanya saja walaupun bersama, masing-masing sudah berkembang ke arah yang berlawanan. Beda kemauan, beda harapan, beda pandangan. Dan itu jauh lebih ngeri. Yang awalnya soulmate banget tapi jadi orang yang asing bagi satu sama lain. Di kondisi seperti ini, walaupun sama-sama berusaha mempertahankan, rasanya susah untuk kembali seperti sebelumnya dan itu justru membuat terluka. Kamu merindukan dia yang dulu, tapi dia merasa tidak pernah berubah. Dia merindukan kamu yang dulu, tapi kamu pun merasa tidak pernah berubah. Complicated. Tragic.


Pada akhirnya, itulah hidup. semuanya adalah proses agar kita menjadi kuat. People come and go supaya kita belajar sesuatu dari mereka. Walaupun rasanya menyakitkan orang segampang itu "go" tanpa berusaha. 

Menurutku penting untuk berusaha terlebih dahulu sebelum akhirnya pergi. Kadang perlu ada closure untuk bisa membuat hati ini berdamai!



 

Rabu, 15 April 2020

Sensasi Hidup Di Desa

Belakangan ini aku preokupasi pikiran tinggal di desa. Aku seperti menyadari kayaknya orang kayak aku cocoknya mungkin tinggal di desa aja kali ya karena kehidupan kota terlalu berat wkwk. Motoran di jalanan Solo aja udah bikin aku stres tingkat tinggi.

Bukannya Sumbawa juga udah desa ya? ahhaah sepertinya aku ingin yang lebih desa lagi?

Sejenis desa yang jarak rumah antar warganya berjauhan, pekarangannya warna hijau, kanan kiri jalannya juga pemandagan pohon-pohon atau rumput-rumput hijau yang menyejukkan mata. Desa yang warganya mungkin tersentuh teknologi seperti hp, medsos, internet tapi tidak banyak menghabiskan waktunya untuk itu. Desa yang kalo jalan-jalan lebih sering jalan kaki walaupun ada kendaraaan. Desa yang damai, kekeluargaan. Desa yang warganya sederhana dan mementingkan adab. Desa yang kalau ada pertemuan kampung, warganya datang tepat waktu.

Desa yang walaupun desa tapi tetap berusaha berkembang dan maju. 
Desa yang walaupun desa tapi punya guru kayak Bu Mus di Laskar Pelangi.
Desa yang walaupun desa tapi tiap orangnya profesional di bidangnya masing-masing.
Desa yang walaupun desa tapi kental kehidupan keagamaannya

Kayak faksi Amiti di Film Divergent

Terus sambil denger lagu Country selow yang petikan gitarnya asik banget kayak Slow Burn atau Love is A Wild Thing-nya Kacey Musgraves



Bless your ears

Duduk dibawah pohon sambil liat pemandangan dari jauh kayak gini

Terus punya kebun/sawah/tanaman yang bisa di panen. Yaaa gak harus aku yang punya sih. Warga gitu, tapi pas panen aku diajak metik atau dikasih hasilnya 😁



Terus kadang ada acara makan-makan bareng dengan latar belakang desa yang indah



Terus lagi warung makannya kayak gini
Hehe ini sih tingkat tinggi ya warung makannya. tapi gak apa-apa kan desa maju 😜

Terus lagi aku kalo mandang keluar rumah modelnya kayak gini


Daaaan rumahku modelnya kayak gini


Ya ampun mimpiku makin ketinggian wkwk. Yasudahlah mimpi kan gratis yaa..

Mungkin idealnya kayak di novel-novel Tere Liye gitu deh. Kehidupan yang dekat dengan alam dan belajar dari alam . WOW😍

Yasudahlah hahaha sibuk mimpi di tengah-tengah wabah Coronapyarrehai ini

Sabtu, 04 April 2020

Perjuangan Menjadi INFJ

INFJ

ya aku akan bahas tentang salah 1 jenis kepribadian dari 16 kepribadian MBTI. Aku sebenarnya maju mundur (cantik, cantik ) mau nulis tentang ini. Karena apa ya, nanti aku jadinya play victim mentang-mentang INFJ. Banyak masalah, ketidakcocokan, ketidakserasian, ketidaksukaan ku dengan orang lain karena aku INFJ. Aku sering membela diri (dalam hati sih) "ya karena aku INFJ" kalo lagi bermasalah/debat/dikritik orang. Tapi ya marilah kita menulisnya saja dalam rangka mengeluarkan uneg-uneg 😝 dan supaya aku (dan orang-orang) belajar untuk lebih menerima diriku sendiri.

Jadi awal mula aku menemukan bahwa aku seorang INFJ adalah tahun lalu. Aku nyoba-nyoba tesnya di 16personalities.com  Sejujurnya aku udah pernah dahulu-dahulu kala tes beginian secara aku kan maniak tes-tes tentang kepribadian. Dari dulu. Mulai dari kepribadian berdasarkan cara jalan, kepribadian dari model sepatu, baju yang dipakai daaaaan banyak lainnya. Pokoknya aku suka. Nah, tapi aku gak begitu ingat dulu hasil MBTI ku apa. Tapi kayaknya bukan INFJ deh 😬

Nah pas selesai tes, hasilku adalah INFJ. Okey. Eeeh pas aku baca deskripsinya aku kaget dooonkk! Aku seperti membaca tentang diriku sendiri dan itu creepy banget!! "Eh kok deskripsi ini ngertiin aku banget. Aku bahkan gak bisa jelasin tentang diriku sendiri" Aku overwhelmed seharian gara-gara itu. Ternyata kepribadianku yg sangat membingungkan ini ada namanya, INFJ! Ternyata aku gak depresi. Ternyata aku bukan kepribadian ganda. Ternyata aku memang bukan aneh dan merasa gak cocok dengan dunia ini. Ternyata memang ada di luar sana yang seperti aku. Ternyata aku tidak sendiri. Akhirnya mengerti 1 hal baru tetang dirimu membuat kamu merasa lega luar biasa HAHAHA.

Baiklah akan aku jelaskan sedikit tentang INFJ. Eh gak sedikit ding, kayaknya ini bakal jadi post yang panjang

Warning: mungkin banyak penjelasan disini yang tumpang tindih dengan kepribadianku diluar bawaan INFJ

Kepanjangan : INFJ (introversion-intuition-feeling-judging)

Nah itu dia. Jadi ada 15 personaliti lainnya berdasarkan 8 huruf tersebut.

Berikut beberapa poin yang menunjukkan atau tanda bahwa kamu seorang INFJ

1. Sering merasa kesepian dan "berbeda" dari orang lain
    Kenapa? karena INFJ itu kepribadian terlangka diantara 16 lainnya. Menurut web2 yang aku baca kisarannya 1-3% saja INFJ diantara semua manusia. Jadi wajar aja sering gak sama dengan orang lain. Weeh pas aku baca ini aku merasa keren donk. Tapi sekarang, klo dipikir-pikir Ya Alloh mending gak usah keren deh daripada merasa kesepian banget kayak gini. Aku bahkan sering merasa "I don't belong to this world". Orang-orang tidak berpikiran dan melihat dengan caraku lah.

"There are too few people who see the world as you do and that might have made it hard to relate to others. It might have led you to feel misunderstood by others over the years."




2. Punya intuisi yang tajam
    " INFJs have a highly accurate sense of intuition that they’ve been sharpening all their lives. Without understanding exactly why or how, an INFJ will see, within minutes of meeting an individual, their true character" Gila ini bener banget. Dalam 1 kali berinteraksi lah ya, gak usah dalam menit :p . Aku langsung bisa mencium aroma-aroma seperti apa orang ini. Apakah dia fake, apakah dia gak suka sama aku, apakah dia tipe ignorant dan lain-lain. 

Dulu waktu SMA aku pernah bilang gini ke Umiku "Mi kayaknya guru itu gak suka sama adek" terus Umiku cuma bilang "Ah perasaanmu aja". Akhirnya terbukti donk di tahun-tahun selanjutnya bahwa memang guru itu gak suka sama aku! 

Wah kejadian kayak gini sudah sering banget deh. Kalo aku cerita ke teman " Ih si X orangnya gini giti" terus pasti deh pada bilang "Gak kok dia baik kok dll" dan lama-lama terbuktilah  kebenarannya bahwa Si X emang gini gitu kayak yang aku bilang. 

Apalagi sekarang di usiaku 24 tahun beh rasanya sudah bisa screening tipe-tipe orang dengan cepat. Bahkan menebak seseorang dibalik apa yang tampak di permukaan. Gak tau deh susah jelasinnya. Orang-orang pasti gak percaya mulu. 

Itu kenapa kalo ada yang ngomong "Ayo mampir dulu" atau "Ayo main kerumahku" atau "Ayo barengan sama aku" , aku bisa baca itu beneran nawarin atau cuma basa-basi. Asli I can feel it. Kalo menurutku cuma basa-basi, pasti aku tolak. Itu kenapa kamu harus membuat aku yakin kalo kamu bukan sekedar basa-basi. HAHA

Tapi ya walaupun I can sense someone's personality since the first encounter, aku bakal melihat proses setelah itu juga. Walaupun aku punya warning tipe seperti apa orang ini, aku gak mau ngejudge orang dari first impression karena aku pun gak mau di judge hanya dari first impression. Aku orang yang bakal kamu kenal jika kamu semakin lama denganku. Jadi, penilaian awalku mungkin gak selalu benar.



3. INFJ CANNOT STAND SMALL TALK!
    Aku juga gak ngerti deh. Tapi kayak kurang bermanfaat gitu lho bicara hal-hal biasa. Aku sukanya bicara-bicara hal yang dalam. Tentang apa kek gitu pengembangan diri, tujuan hidup, perjalanan hidup, atau mungkin hal-hal yang "sering dianggap remeh" tapi ada makna dibaliknya. Aku jujur gak tahan sih kalo pembicaraan tentang "eh artis ini/ eh selebgram itu" selain aku kudet (yang ternyata juga bagian dari INFJ, kalo deskripsinya sih "remote"), aku jg merasa itu sangat dangkal. Aku juga males bicara tentang gosip, bukannya aku naif tapi seringnya adalah kita begitu nyinyir sama orang bukannya malah lebih lihat sisi-sisi lain dari gosip itu.

4. Empathetic and Understanding people on super deep level
    Aku selalu berusaha menempatkan diriku di posisi orang lain. Aku berusaha untuk mengerti bagaimana kalau aku yang ada di posisi mereka. Aku melihat sesuatu bukan hanya dari 1 perspektif tapi dari banyak perspektif. Aku bisa melihat orang dan seakan juga melihat kesusahan-kesusahan hidup yang dia alami. Selain itu, aku juga ingin mengenal orang lebih dalam, jauh ke dalam bahkan untuk orang-orang yang bukan temanku, yang baru sekali aku lihat. Misal Pak Satpam, tetanggaku, temanku yang bermasalah, abang2 grab, Bapak penjual sate dan lain-lain. Aku rasanya ingin duduk sama mereka, ingin berbincang bagaimana hidup mereka, apa kesusahan yang mereka alami, apa yang membuat mereka merasa beruntung, bagaimana cara pandang mereka terhadap ini, apa harapan mereka. Ya tapi sayangnya karena aku Infj (atau mungkin bkn infj ya tapi karena lebih ke malu atau tidak berani memulai haha) jadinya itu semua hanya diangan2ku saja.


5. Orang yang hangat dan membuat orang lain nyaman, bisa bergaul dan kadang dianggap ekstrovert
    Iam not sure about this one. Hahaha. Yang aku tau, beberapa orang memang sering cerita ke aku yang kata mereka "tidak pernah mereka ceritakan ke orang lain". Somehow, aku juga punya cara/pembawaan (yang aku gak ngerti juga) supaya orang-orang cerita lebih dalam tentang mereka. Kayak bisa mancing orang untuk cerita gitu. Kadang sekedar pertanyaan "Kamu pernah mikir untuk gak nikah gak?" wedeh langsung deh panjang kesana kemari bahasnya. 
    Aku ingat seorang teman ospek fakultas, baru hari pertama ketemu aku tiba-tiba sudah cerita banyak sekali tentang hubungan dia dengan seorang lelaki. Aku bahkan kaget. Dan dia juga kaget dan rada nyesal haha. Dan seorang teman pernah bilang kalo aku pendengar yang baik. Kalo sekarang ? 😬 Aku gak tau ya kayaknya tingkat keintimasi-an orang-orang di kuliahan itu rendah. Pada mikir dan sibuk diri sendiri. Bicaranya yang dangkal-dangkal, aku kan jadi merasa kesepian yg amat dalam haha. 
   Orang-orang yang kenal aku merasa aku orang yang sedang-sedang lah  gak introvert2 bgt. bahkan pernah ada yang bilang aku ekstovert. Padahal level keintrovertanku menurut suatu tes online itu sampe 90% wekswkkw. Di luar mungkin aku normal asik ketawa-ketawa, malah bikin jokes yang cuma aku sendiri yang ketawa padahal jauh di dalam aku sangat uuggh hahaha. Dulunya sih aku mikir apa aku punya kepribadian ganda ringan? 😁 ternyata tidak gengs


6. Seeking truth and meaning in everything
    "These people cannot swallow statements because “they are like that.” They want to see how things connect and understand the truth that binds everything together. They are the masters of connecting the dots and they have their judging character, their intuition, their deeper understanding of the mind, and their empathy to thank for that."
    Sangat mewakiliπŸ‘

This type is a thinker. INFJs are old souls who spend a lot of time in their minds reflecting on their purpose and the meaning behind everything that happens to them.

You’re a deep and complex person but at the same time you also tend to live a very simple life


7. Menetapkan standar moral yang tinggi sehingga sensitif dan punya keinginan untuk merubah dunia
    "INFJs are people who set strong moral values and high standards that lead them through life. They live by the ideals of a better world and they believe that they are one of those who should try to make a change. These high values come in all aspects of their lives, be it relationships, work, society, family, you name it, and they will uphold their beliefs to the maximum."
    Standar moral yang tinggi ini yang bikin kadang gak fit in sama society wkwk. Ini juga yang bikin aku sangat sensitif. Pembahasan tentang sensitif bisa 1 judul sendiri. Intinya gaes, walaupun seseorang sensitif jangan pernah bilang langsung "wah kamu sensitif ya", karena kalo bisa kita juga gak mau!! 
Tentang mengubah dunia, ya aku bener-bener rasanya mau ubah deh banyak hal tentang dunia ini. Aku selalu bercita-cita besar. Pengen bantu orang. Tapi sayangnya aku gak yakin sekarang. Entah kenapa aku merasa dunia itu kejam banget HAHAHA. Being INFJ makin menambah perasaan itu. Disaat kamu mau ubah dunia karena persepektif mu begini dan begitu, tapi orang-orang hampir semua beda pendapat sama kamu bagaimana mungkin kamu mau ubah dunia? Kamu minoritas! Aku gak ngerti bagaimana Gandhi, Marthin Luther King Jr, Mother Theresa bisa melakukan itu. Yah Doakan saja aku juga bisa dengan caraku sendiri


8. INFJs are gifted in language and are often good writers
    Aku merasa gak jago dalam bicara, berbahasa ataupun bagus dalam menulis. Hanya saja mediaku untuk bicara lebih dalam dan luas biasanya melalui tulisan. Karena sifat thinker tadi, banyak sekali pikiran yang keluar dalam 1 waktu sehingga aku jadi susah sekali mau ngomong maksud dan tujuanku. Rasanya lebih tertata jika ditulis. Aku juga lebih suka teks daripada telpon. Aku gak begitu suka di telpon apalagi yang namanya Video Call!! Tapi gak semua introvert sih kayak gitu. Ya  mungkin karena tingkat introvertku yang 90% tadi😎


9. Senang dengan lingkup pertemenan kecil dan lebih suka kerja sendiri
    Ya aku cuma suka dengan orang-orang yang sefrekuensi sama aku walaupun yaaaa tetap aja gak sefrekuensi banget, tapi ya yang masih mepet-mepet gitulah terutama dalam hal-hal prinsip dan moral/adab. Aku gak suka rame-rame. Selain itu rame-rame juga kemungkinan beda pandagannya sama aku pasti lebih besar haha. Bahkan untuk pembicaraan mendalam aku lebih suka hanya 4 mata. Lebih privat dan lebih intim gak sih. Karena sering beda juga, aku mending kerja sendiri aja Ya Alloh. Kerja bareng itu malah bikin capek hati. Mending capek fisik daripada capek hati berharap supaya orang mengerti.  

10. Perfeksionis, Sulit mengambil keputusan, mudah stres, lemah akan kritikan, berprinsip all or nothing, menghidari konflik
   Ya ini semua benar dan banyak lagi astaga πŸ˜…


Kepribadian INFJ ini complicated. Mau dimengerti oleh orang-orang tapi dirinya sendiri saja tidak mengerti maunya apa sebenarnya. Aku yang terutama kuat di Intrapersonal aja(sejenis tipe kekuatan gitu ada interpersonal, kinestetik dll ada 9 klo gak salah) yang artinya kekuatannya adalah dalam mengerti dirinya sendiri, masih bingung mauku apa. HAHAHA. Dan aku merasa sampai kapanpun selalu ada hal yang mungkin aku gak akan pernah ngerti. Kalo aku mendefinisikan diriku sebagai pribadi yang punya banyak lapisan. Capek kadang. Capek. Aku bahkan merasa sering 'kumat' kalo sudah mulai banyak mikir. Kadang gak bisa kerja lain dah kalo sudah kumat gitu. 




Aku juga menemukan orang-orang yang lumayan dekat denganku ternyata juga INFJ dan aku langsung berkomentar "No way!" mana mungkin orang kayak X atau Q adalah seorang INFJ. Cara pandang mereka dengan aku berbeda banget woy! Mereka gak, gak banget, jauh banget dari INFJ! Terus aku jadi mikir, apa sesama INFJ pun beda ya? Kalo kayak gitu sedih banget sih, sama-sama INFJ aja merasa berbeda apalagi sama yang lain.

Aku gak tau sih selama ini juga aku tesnya online. Di berbagai website hasilnya INFJ. Pernah sekali ISFJ. Apa mungkin tes online kurang akurat? Aku juga pernah baca judul "kenapa orang-orang pada INFJ semua", kayaknya karena kepribadian langka, jadinya sistem tes itu berusaha untuk menyaring yang langka itu jadi malah semua jadi INFJ. Tentu ada sifat-sifat INFJ yang aku tidak miliki seperti : Visioner, kreatif, selalu ada untuk orang yang butuh bantuan, people pleaser, bisa mengkonfrontasi orang banyak. No, no bukan aku banget. 

Terus ada lagi teori katanya kepribadian itu ya terbentuk sebelum 18 tahun. Kalo sudah lewat 18 tahun gak akan berubah. Tapi kok aku baru merasa tu akhir-akhir ini ya. Maksudku dulu aku gak gini-gini banget deh. Gak ekstrim. Apa mungkin memang sebelum 18 tahun itu ada 1 kejadian itu yang bikin aku berubah banyak? atau mungkin dulu aku cuma INFJ ringan? hahaha emang ada istilah itu. 

Karena beda ini juga dan bukan kemauanku aku rasanya pengen banget orang supaya ngerti lah dikit. Rasanya aku pengen bilang
Sori karena aku gak asik
sori karena aku gak easy going dan fleksible
sori karena aku gak bisa diajak bicara banyak hal
sori karena aku gak suka di telpon
sori karena aku susah dimengerti
sori kalo aku gak cerita karena aku merasa orang-orang juga bakal tidak mengerti
sori karena aku gak banyak bicara
sori karena aku gak nyaman di keramaian dan ngumpul2
sori karena aku sangat sensitif
sori kalo aku gak cocokan
sori aku gak suka politik
sori kalo aku terlalu kaku
sori karena aku idealis
sori kalo aku sering jadi joykiller
sori mungkin aku Abu Bakar bukan Umar






Sedikit penyemangat :

If you are an INFJ, stay wonderful, because the world is already a better place because of you


Sumber :
berbagai sumber lainnya 

Prasangka

  “ Aku sesuai prasangka hamba-Ku  pada-Ku dan  Aku bersamanya  apabila ia  memohon  kepada-Ku"  (HR.Muslim) Sedari kecil, sejak menemu...