Senin, 21 April 2014

Tuhan Punya Rencana

Terkadang kita ditimpa masalah hidup yang berat sekali. Kadang kita merasa susah sekali untuk membebaninya. Lalu kita bertanya-tanya "Mengapa ini semua terjadi padaku?" atau "Apa salahku hingga aku tertimpa masalah seberat ini?" atau "Mengapa harus aku". Yah, memang berat terkadang dan rasanya kita tak sanggup. Tapi asal kita jeli sedikit saja, sebenarnya ada maksud Allah dibalik semua masalah yang ditimpakan ke kita.

Contohnya aku. Menurutku ini masalah yang cukup berat. Aku ditinggalkan oleh beberapa temanku. Bukan, bukan sekedar teman tapi sahabatku. Walaupun aku gak tau, apakah aku masih harus menyebut mereka sahabat sekarang? Awalnya salah satu sahabatku tiba-tiba tidak menyapaku dan menajauh dari aku. Aku gak ngerti sama sekali. Belakangan aku ngerti, dia cemburu. Cemburu karena aku lebih dekat dengan sahabatku yang lain yang notabenenya adalah sahabatnya dia juga. Dia merasa aku gak adil. Tapi toh bukannya aku sudah pernah bilang ke dia untuk gak terlalu dekat lagi. Karena sebelumnya aku pun pernah bertengkar sama dia dan membuat aku kecewa. Tapi sepertinya dia gak ngerti betapa kecewanya aku waktu itu dan dia juga gak ingat dengan keinginanku untuk tidak terlalu dekat lagi. Akhirnya aku putuskan , ya sudahlah kalau dia mau begini terserah. Aku juga diam dan tidak menyapanya

Dan beberapa hari setelah pertengkaran itu , sahabatku  yang paling dekat denganku itu, yang dicemburui itu, ikut-ikut menjauhi dan meninggalkan aku. Dan itu buat aku sangat-sangat kecewa. Mungkin dia merasa tidak enak karena dia merebut aku dari sahabtku yg pertama tadi. Tapi tidak begitu seharusnya. Kalau dia memang sahabtku, dia tidak akan meninggalkan aku, tidak peduli apa kata orang. Tapi, dia meninggalkanku. Bahkan aku kemudian menyadari bahwa dia ada butuhnya aja sama aku. Sahabaku yang pertama, membuat aku kecewa, tapi dia lebih lebih membuat aku kecewa. Belum lagi, sahabat-sahabatku yang lain, yang juga tau permasalahan ini, seolah-olah diam saja dan tidak tau menau tentang semuanya.

Itu menyakitkan sekali. Sangat-sangat menyakitkan. Saat itu aku benar-benar merasa sendiri. Semuanya seakan tidak ada yang mengerti. Dulu aku selalu duduk dengan sahabatku yang kedua, tapi setelah kejadian itu, tidak lagi. Sahabat-sahabtku yang lain, seakan-akan pura-pura tidak tau bahwa aku sedih. Tidak ada yang sekedar mengatakan 'Everyhting's okay'. Gak ada. Aku yang biasanya setiap hari selalu ceria dan menghibur orang lain yang sedih, tapi saat itu justru aku yang sedih dan tidak ada yang menghibur. Bahkan sahabatku yang pertama hubungannya baik-baik saja dengan sahabatku yang kedua dan meninggalkan aku sendiri. Hebat sekali. Dan akhirnya aku berpikir, bahwa ternyata mereka bukanlah sahabatku tapi hanya teman dekatku.

Namun Allah mengirimkan teman lain yang setidaknya tidak membuatku merasa sendiri. Yang setidaknya membuat aku sedikit lupa dengan masalah itu. Dan membuatku masih memiliki alasan untuk tersenyum.

Dan sekarang aku tau. Bahwa Allah punya rencana dibalik masalah yang ditimpakan kepadaku itu. Allah menunjukkan siapa yang sebenarnya benar-benar ada buatku dan siapa yang tidak. Siapa yang benar-benar sayang padaku dan siapa yang tidak. Siapa yang pamrih dan siapa yang tidak. Siapa yang harus aku beri banyak perhatian dan siapa yang tidak. Siapa yang selamanya dan siapa yang semusim. Siapa yang palsu dan siapa yang nyata.

Dan lagi, aku gak bisa membayangkan seandainya aku masih dekat dengan mereka. Karena setelah kita tidak dekat, aku baru sadar bahwa mereka bisa membawa pengaruh yang sangat buruk buatku. Misalnya kejujuran, kedisiplanan, dan lain-lain. Ternyata Allah masih sayang padaku dan ingin agar aku tidak terbwa pengaruh negatif mereka. Aku sadar betapa baiknya Allah. Sangat-sangat baik.

Jadi, kalau kita tertimpa masalah dan merasa sangat berat untuk melewatinya, ingatlah bahwa ada rencana Tuhan dibalik itu semua. Rencana yang sangat indah. Bahkan lebih indah dari yang kita sadari atau kita pikirkan. Hanya saja, jeli-jelilah kita dalam melihat rencana baik Tuhan itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yang Dipikirkan Sahabat Jomblo Setiap Kita Cerita Kisah Cinta

 Warning: tulisan ini tidak sengaja aku temukan di buku catatanku. Aku juga gak tau ini jaman aku SMA atau Kuliah. Jujur saja aku juga kaget...